Pariwisata DIY Beralih Fokus ke Pasar Domestik dan Asia di Tengah Konflik Timur Tengah

  • Administrator
  • Kamis, 05 Maret 2026 04:23
  • 11 Lihat
  • Sorotan

Pelaku industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memaksimalkan pasar domestik dan Asia sebagai strategi untuk mengantisipasi dampak kondisi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) terhadap pergerakan wisatawan mancanegara. 

 

Pasar Asia yang dinilai potensial antara lain berasal dari Singapura dan Malaysia yang memiliki penerbangan langsung ke Yogyakarta, serta negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand dan Filipina. Selain itu, India juga memiliki potensi besar sebagai pasar wisatawan, karena budaya Indonesia dapat menjadi daya tarik bagi mereka.

 

Eskalasi situasi di Timur Tengah berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan mancanegara, termasuk dari negara-negara Eropa, karena sejumlah bandara di kawasan tersebut menjadi hub penerbangan internasional menuju Asia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, pelaku industri pariwisata di DIY harus siap menghadapi tantangan ini dengan memaksimalkan pasar domestik dan Asia.

 

Wakil Ketua PHRI DIY Bidang Promosi dan Event, Muhtar Habibi, mengatakan bahwa PHRI DIY menawarkan berbagai promo dan paket khusus untuk menjaga tingkat hunian selama Ramadhan. "Kami juga melakukan efisiensi operasional sambil bersiap menyambut periode libur Lebaran yang biasanya menjadi masa ramai kunjungan," katanya dalam keterangan resmi.

 

Dengan demikian, pelaku industri pariwisata di DIY harus terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pariwisata di DIY. 

 

Foto: Candi Prambanan (Unsplash)

Pariwisata

Komentar

0 Komentar